BIENVENUE

Selamat Datang di Blog Kami, perbarui informasi budaya anda disini

Kamis, 05 Juli 2012

Lampu Batik Motif Mega mendung, cirebon

lampu batik bermotif mega mendung ini terinspirasi dari batik cirebon, bisa digunakan untuk lampu kamar tidur, pelengkap interior ruang keluarga atau ruang tamu, juga sangat cocok dipakai untuk memperindah desain cafe-cafe bertema etnik..
jika tertarik silahkan pesan.. ^^
bisa juga pesan dengan desain batik sendiri looh. :)

HP: tika (081335525670)

lampu batik biasa : Rp. 80.000,00
lampu batik dengan aroma therapi : Rp. 95.000,00


Lampu Batik motif kalimantan

salah satu produk E-mpu Baratha kami adalah lampu batik dengan motif kalimantan, motif ini diambil dari batik suku dayak yang banyak menyebar di kalimantan. jika berminat silahkan pesan di nomor di bawah ini,
hp: (tika) 081335525670

lampu batik biasa : Rp. 80.000,00
lampu batik dengan aroma therapi : Rp. 95.000,00

Minggu, 06 Mei 2012

Batik Kalimantan


batik-kalimantanSejarah Batik Kalimantan

Menurut sahibul-hikayat, Batik kalimantan pertama kali dibuat tatkala Patih Lambung Mangkurat bertapa selama 40 hari 40 malam di atas rakit balarut banyu. Menjelang akhir tapanya, rakit tersebut tiba di daerah Rantau Kota Bagantung. Tiba-tiba, dari seonggok buih di hadapannya, terdengar suara seorang wanita. Wanita yang kemudian dipastikan sebagai Putri Junjung Buih, yang kelak menjadi Raja di Banua ini.
Namun, sang Putri baru akan muncul ke permukaan jika syarat-syarat yang diminta dipenuhi yaitu sebuah Istana Batung beserta dengan kain yang harus selesai dibuat dalam satu hari. Kain itu pun bukan kain sembarangan melainkan kain yang ditenun dan dicalap (diwarnai) oleh 40 orang putri dengan motif wadi atau padiwaringin. Dari situlah Kain Calapan/Sasirangan atau batik kalimantan pertama kali dibuat.

Bahan-bahan Pembuat Batik Kalimantan

Bahan utama Batik Kalimantan yang banyak digunakan adalah kain dari serat kapas (katun). Karena, pembuatan kain celup ikat masih sejalan dengan proses celup rintang lainnya seperti halnya batik dan tekstil adat. Saat ini, pengembangan bahan baku sudah cukup meningkat dengan penganekaragaman bahan baku non kapas; seperti polyester, rayon, sutera, dan lain-lain.

Corak atau Motif Batik Kalimantan

Corak atau motif batik Kalimantan diperoleh dari teknik penjahitan dan ikatan, yang ditentukan oleh beberapa faktor. Selain dari komposisi warna dan efek yang timbul, juga dari jenis benang atau jenis bahan pengikat.
Dengan mengkombinasikan motif dan corak asli yang satu dengan yang lainnya, maka Sasirangan makin menarik dan kelihatan modern. Selain itu, motif-motif tersebut dimodifikasi oleh para pengrajin, sehingga dapat menciptakan motif yang sangat indah dan modern namun tidak meninggalkan ciri khasnya.
Motif Unggulan nya adalah sebagai berikut:
>Iris Pudak
`iris pudak
>Bayam Raja
>Kulit Kurikit
>Ombak Sinapur Karang
>Bintang Bahambur
>Sari Gading
>Kulit Kayu
>Naga Balimbur
>Jajumputan
>Turun Dayang
>Kambang Tampuk Manggis
>Daun Jaruju
>Kangkung Kaombakan
>Sisik Tanggiling
>Kambang Tanjung

Rabu, 25 April 2012

Pesona Batik Papua


Batik Papua terlihat memiliki kekhasan tersendiri yang berbeda dengan batik yang biasa kita kenal selama ini.
Batik Papua muncul pertama kali pada tahun 1985, saat Pemerintah Indonesia mendapatkan bantuan dari The United Nations Development Programme (UNDP), untuk pemberdayaan kebudayaan di daerah Indonesia bagian Timur.
Patung dan ukiran khas suku-suku di Papua yang sejatinya merupakan refleksi dari kepercayaan mereka terhadap leluhur, kini, menjadi motif batik khas Papua. Ciri khasnya terletak pada gambar orang atau hewan, yang juga ditemui pada patung tradisional mereka. Hewan yang sering muncul antara lain cicak, kadal dan buaya. Ada juga corak batik Papua lainnya yang diambil dari kekayaan budaya Papua lainnya, seperti alat musik Tifa.
Melihat gambar-gambar batik Papua di internet, sepertiya batik Papua tidak terbatas oleh warna terang atau gelap. Ada batik berwarna gelap, namun banyak juga motif berwarna terang. batik berwarna dasar merah hati dengan motif burung Cendrawasih yang merupakan fauna khas Papua
Tak berbeda dari daerah penghasil batik lainnya yang memiliki sentra produksi, Papua juga mempunyai sentra batiknya sendiri yaitu Jayapura, yang merupakan ibukota Propinsi Papua Barat.
Nah, Anda tertarik dengan batik Papua? Kini, beberapa akun di jejaring sosial seperti facebook dan twitter mulai gencar mempromosikan keindahan batik Papua ini, sehingga peminat batik Papua tak perlu jauh-jauh datang ke Jayapura jika ingin membeli batik Papua.

batik_Papua


Selasa, 24 April 2012

Cara Membuat Batik







1. Pemotongan bahan baku (mori) sesuai dengan kebutuhan.
2. Mengetel : menghilangkan kanji dari mori dengan cara membasahi mori tersebut dengan larutan : minyak kacang, soda abu, tipol dan air secukupnya. Lalu mori diuleni setelah rata dijemur sampai kering lalu diuleni lagi dan dijemur kembali. Proses ini diulang-ulang sampai tiga minggu lamanya lalu di cuci sampai bersih. Proses ini agar zat warna bisa meresap ke dalam serat kain dengan sempurna.
3. Nglengreng : Menggambar langsung pada kain.
4. Isen-isen : memberi variasi pada ornamen (motif) yang telah di lengreng.
5. Nembok : menutup (ngeblok) bagian dasar kain yang tidak perlu diwarnai.
6. Ngobat : Mewarnai batik yang sudah ditembok dengan cara dicelupkan pada larutan zat warna.
7. Nglorod : Menghilangkan lilin dengan cara direbus dalam air mendidih (finishing).
8. Pencucian : setelah lilin lepas dari kain, lalu dicuci sampai bersih dan kemudian dijemur.

Senin, 23 April 2012

Sejarah Batik Kawung

Batik motif Kawung mempunyai makna yang melambangkan harapan agar manusia selalu ingat akan asal usulnya.
Jaman dahulu, batik motif kawung dikenakan di kalangan kerajaan. Pejabat kerajaan yang mengenakan batik motif kawung mencerminkan pribadinya sebagai seorang pemimpin yang mampu mengendalikan hawa nafsu serta menjaga hati nurani agar ada keseimbangan dalam perilaku kehidupan manusia.

Sejarah diketemukannya batik motif kawung ini adalah ketika ada seorang pemuda dari desa yang mempunyai penampilan berwibawa serta disegani di kalangan kaumnya. Tak lama karena perilaku pemuda ini yang sangat santun dan bijak, hingga membuat namanya terdengar hingga di kalangan kerajaan Mataram.

Pihak kerajaan merasa penasaran dengan kemashuran nama pemuda ini, sehingga diutuslah telik sandi untuk mengundang pemuda ini menghadap raja. Sang telik sandipun berhasil menemukan pemuda ini. Mendengar bahwa putranya diundang oleh raja, membuat ibunda merasa terharu dan menggantungkan banyak harapan. Ibunda berpesan agar si pemuda ini bisa menjaga diri & hawa nafsu serta tidak lupa akan asal-usulnya.

Untuk itulah ibunda membuatkan batik dengan motif kawung, dengan harapan putranya bisa menjadi manusia yang berguna bagi masyarakat banyak.

Tak lama kemudian setelah dipanggil oleh pihak kerajaan dan diberikan beberapa pekerjaan yang selalu bisa diselesaikannya, akhirnya pemuda ini diangkat menjadi adipati Wonobodro.

Dalam pengangkatannya sebagai adipati Wonobodro, pemuda ini mengenakan baju batikpemberian ibundanya dengan batik motif kawung.

Dan akhirnya hingga saat ini, batik motif kawung semakin dikenal masyarakat.

Rabu, 18 April 2012

Le Marche de Tomohon


Tomohon est situé à Kabupaten Minahasa, prés de Manado, Indonesie. Tomohon devient un site touristique à Sulawesi Nord parce que La nature est magnifique. La troisième plus grande ville à cette Province se trouve entre la montagne de Mahawu et Lokon.
Le Marche traditionnelle Beriman Tomohon est un plus intéressant site touristique à Tomohon que nous n’allons pas trouver en autre place en Indonésie mais et si vous êtes l’amateur d’animal, ne visitez pas ce marche!
Pourquoi ? Parce que Là bas, vous pouvez voir beaucoup de marchands qui vendent des chiens, des chats, des rats, des cochons sauvages, des serpents et des chauves-souris pour consommer. Certain vendeuse vendent les chiens et les chats grillés qui sont assaisonné les épices et les autres vendent les animaux vivant. Le prix d’un chat grillé est Rp. 100.000.
Selon un habitant local, Les habitants de Tomohon sont habitués les manger Mais les habitants à région de Sulawesi Nord ne sont pas habitués.